Perkembangan investasi kini semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan. Akibatnya, seiring dengan pola perilaku ekonomi yang terus mengalami perubahan dan perbaikan, membuat jenis investasi semakin beragam.

Salah satu jenis yang cukup populer adalah investasi emas dan saham. Mana yang kebih daik dari kedua jenis tersebut? Anda bisa menganalisanya dengan mengetahui perbedaan investasi saham dan emas di bawah ini.

1. Modal utama 


Perbandingan investasi emas dan saham yang paling utama terletak pada sisi modal yang harus dikeluarkan untuk membuka investasi. Jika Anda memilih investasi emas, Anda tidak harus membelinya dengan hitungan 1 kilogram. Sebab Lembaga pegadaian kini memberikan keleluasaan investasi emas mulai dari 0,01 gram atau senilai Rp 50 ribu saja.

Adapun untuk investasi saham, biasanya harga terendah adalah dua kali lipat dari investasi emas, yaitu berada di kisaran Rp 100 ribu. Anda bisa menanam modal sebesar ini untuk saham atau reksadana.

2. Potensi pendapatan

Baik emas maupun saham, keduanya tidak menjamin prediksi profit yang dihasilkan 100% akurat. Namun, investasi emas memiliki tingkat kestabilan harga yang lebih baik dari investasi saham. Walaupun demikian bukan berarti investasi saham tidak mampu memberikan keuntungan lebih tinggi dari emas.

Investasi saham dikenal mampu memberikan keuntungan lebih bagi para investornya. Potensi keuntungan tiap tahun bahkan bisa mencapai 25% dari dana yang diinvestasikan, tergantung kondisi IHSG pada saat yang bersamaan.

3. Kelemahan investasi

Sekalipun emas memiliki kestabilan harga, namun tetap saja investasi yang satu ini memiliki risiko seperti halnya saham. Secara fisik emas hanya bisa diperoleh jika Anda telah mengumpulkan tabungannya senilai 1 gram atau lebih. Sementara untuk mendapatkan keuntungan Anda hanya bisa menjual emas yang sebelumnya dikategorikan sebagai investasi tabungan emas (bukan pembelian).

Berbeda dengan saham. Investasi ini memberikan klasifikasi khusus di masing-masing levelnya. Dengan modal Rp 100 ribu tentu Anda tidak akan mendapatkan fasilitas lebih. Walaupun potensi keuntungan dan risikonya hampir sama, namun masing-masing level yang ditentukan oleh modal awal sangat berpengaruh terhadap harga jual-beli saham per lembarnya. Semakin besar modal yang dikeluarkan, maka semakin besar pula peluang mendapat saham level blue chip, dimana harga jualnya jauh lebih besar karena merupakan lembar saham lapis satu yang memiliki banyak keuntungan.

Dari perbandingan emas dan saham di atas keduanya sama-sama fluktuatif, yang mana keuntungan dan kerugian tidak bisa ditentukan secara pasti. Saham memang dikenal memiliki risiko lebih besar dari investasi emas, walaupun begitu investasi ini mampu memberikan keuntungan yang lebih potensial dari emas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here